best friends 4ever in kampuz

best friends 4ever in kampuz
friendship

friendship....

friendship....

Senin, April 26, 2010

ARTIKEL PENDIDIKAN

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPA DI INDONESIA
Kurikulum IPA di SMP dirancang sebagai pembelajaran ynag berdimensi
pada kompetensi , sebab IPA memiliki peran penting sebagai dasar pengetahuan
untuk mengungkap kejadian alam. Peningkatan mutu pendidikan berperan dalam
menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Manusia yang dapat berpikir kritis,
kreatif logis dan berinisiatif dalam menaggapi isu di lingkungan kita.
Selama ini pembelajaran sains kurang berhasil meningkatkan kompetensi
siswa. Model pembelajaran, materi sains, dan praktiknya sudah banyak yang
dipelajari secara mendalam. Pembelajaran seperti ini sudah dijalankan tapi banyak
siswa yang menganggap bahwa sains itu sulit.
Sampai saat ini belum tampak hasil diklat yang dilakuakn oleh guru.
Kemampuan belajar sains disekolah tidak meningkat. Hal ini bukan karena guru
tidak menguasai konsep atau kurang menguasai model pembelajaran, namun
lemahnya pengetahuan mengenai sains yang dimiliki siswa. Kompetensi ilmiah yang
ditingkatkan pada siswa di Indonesia hanya kemanpuan berpikir dengan konsep
sains. Pengetahuan sains tidak diintegrasikan dalam kompetensi spesifik.
Tahun 2007 pemerintah mengeluarkan kurikulum yaitu KTSP (Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan). Kurikulum ini dirancang untuk menghasilkan lulusan
yang kompeten memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai dasar yang
direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Pokok pembelajaran IPA
dalam KTSP memiliki materi yang memuat objek, tingkat organisasi objek,tema atau
persoalan. Aspek biologi, IPA mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan
fenomena pada makhluk hidup. Pada aspek fisis, IPA memfokuskan pada benda tak
hidup, sedang untuk aspek kimia IPA mengkaji berbgai fenomena baik makhluk
hidup maupun benda tak hidup.
Seluruh tema dan persoalan IPA pada berbagai jenis objek dan tingkat
organisasi sebaiknya dikaji secara utuh atau terpadu. Hal ini dilakukan supaya siswa
tahu dan mengenal tentang kebulatan IPA. Menurut Piaget siswa SMP berada pada
tahap transisi dari fase konkrit ke fase operasi formal. Maka diharapkan sudah mulai
dilatih untuk berpikir abstrak dan mengenal IPA secara terpadu.
Pembelajaran IPA terpedu merupakan pembelajaran bermakna yang
memungkinkan siswa menerapkan konsep – konsep. Selain itu mendorong siswa
untuk berpikir tinggi dan tanggap terhadap linkungan . Landasan filosofis
pembelajaran IPA terpadu ialah filsafat Pendidikan Progresivime. Progresivisme
adalah pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan kreatifitas,
aktifitas belajar, hasil belajar dan pengalaman.
Ciri pembelajaran IPA adalh dimulai dengan pertanyaan atau masalah
kemudian dilanjutkan dengan arahan guru untuk mendapat informasi dan
mengkonfirmasikan dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Siswa supaya tahu apa
yang semestimya diketahui sehingga siswa dapat menemukan jawaban dari masalah
itu sendiri. Di Indonesia masih banyak guru yang memberikan materi persis seperti
yang ada pada buku dan siswa tidak aktif. Hal ini menyebabakan ketrampilan yang
dimiliki siswa hanyalah ingatan saja tanpa melaui proses dalam menemukan fakta.
Mutu pendidikan sains di Indonesia perlu dikembangkan. Sebab IPA
berperan penting dalam menghasilkan peserta didik yang berpikir kritis, kreatif dan
berinisiatif. Apabila Indonesia mampu menghasilkan peserta didik yang demikian
maka Indonesia akan lebih maju. Menurut tes DISA tahun 2003 menunjukna siswa
Indonesia menduduki peringkat ke 38 dari 41 negara dalam pengetahuan sainsnya.
Kurikulum KTSP merupakan salah satu langkah dari pemerintah untuk
memajukan pengetahuan sians yang juga untuk menjawab persoalan – persoalan
global. Sampai saat ini pendidikan nasional belum melahirkan guru khusus IPA
melainkan guru biologi, kimia dan fisiska sehingga pembelajaran IPA di SMP masih
terpisah (belum terpadu).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar