best friends 4ever in kampuz

best friends 4ever in kampuz
friendship

friendship....

friendship....
Loading...

Rabu, Juni 02, 2010

GLOSARIUM

GLOSARIUM
1. Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Badan Standar Nasional Pendidikan yang disingkat BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, mamantau pelaksanaan, dan mengevaluasi standar nasional pendidikan.
3. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
5. Kerangka dasar kurikulum adalah rambu-rambu yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada setiap satuan pendidikan.
6. Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
7. Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
8. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
9. Standar Kompetensi Lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan; Standar Kompetensi Lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau seluruh kelompok mata pelajaran.
10. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik pada setiap kelompok mata pelajaran yang mencakup kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika dan jasmani, olahraga dan kesehatan.
11. Standar Kompetensi Mata Pelajaran adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu.
12. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara nasional.
13. Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.
14. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk mencapai standar kompetensi lulusan serta kemampuan lainnya dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
15. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik, materi pembelajaran, pendidik dan lingkungan.
16. Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi dan atau kemampuan lainnya pada kegiatan tatap muka. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik. Penugasan terstruktur termasuk kegiatan perbaikan, pengayaan, dan percepatan
17. Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang didesain oleh pendidik untuk menunjang pencapaian tingkat kompetensi mata pelajaran atau lintas mata pelajaran atau kemampuan lainnya yang waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.
18. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan yang dimaksud.
19. Sistem Kredit Semester (SKS) adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan matapelajaran-matapelajaran yang diikutinya setiap semester pada satuan pendidikan yang dimaksud.
20. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
21. Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.
22. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.
23. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh matapelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
24. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum (termasuk hari-hari besar nasional), dan hari libur khusus.
25. Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Susunan mata pelajaran tersebut terbagi dalam lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika; jasmani, olahraga dan kesehatan.

LATIHAN II Divisi: Magnoliophyta Kelas / Classsis: Magnoliopsida Anak Kelas / sub Classis 1: Magnoliidae Anak Kelas / sub Classis 2: Hammameliidae

LATIHAN II

Divisi: Magnoliophyta
Kelas / Classsis: Magnoliopsida
Anak Kelas / sub Classis 1: Magnoliidae
Anak Kelas / sub Classis 2: Hammameliidae

Tujuan praktikum : Mengenal, mengamati dan memahami ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida (Magnoliidae dan Hammameliidae), sifat-sifat Magnoliaceae, Annonaceae dan Moraceae.

Bahan 1:
Anak kelas / sub classis: Magnoliidae
Bangsa / Ordo : Magnoliales
Suku / Familia: Magnoliaceae
Marga / Genus Michelia: Michelia alba = Cempaka putih,
Michelia champaca = Cempaka kuning
Perhatikan : periantium tersusun dalam spiral atau lingkaran (3 atau lebih lingkaran), stamen banyak tersusun spiral, pistilum banyak lepas.

Suku / Familia: Annonaceae
Genus Annona: Annona muricata = sirsak
Annona squamosa = Sarikaya
Cananga : Cananga odorata = kenanga
Perhatikan: Perianthium dalam tiga lingkaran masing-masing tiga helai, satu atau dua lingkaran luar sepaloid, stamen banyak, tersusun spiral; pistilum beberapa sampai banyak.

Bahan 2:
Anak kelas / sub classis: Hammameliidae
Bangsa / Ordo: Urticales
Suku / Familia: Moraceae
Marga / Genus Artocarpus: Artocarpus altilis (sukun)
Artocarpus heterophyllus (nangka)
Artocarpus integer (cempedak)
Ficus: Ficus benyamina (beringin)
Ficus elastika (kikaret / bunut)
Ficus septica (awar-awar)
Perhatikan: bunga dalam perbungaan yang membentuk piala atau periuk (hypanthodium), uniseksual, sepal lepas atau bersatu kadang tidak ada atau apetal. Buah majemuk dalam reseptakel yang berdaging membentuk piala dan disebut sikonium.

Cara kerja:
Masing- masing bahan buat klasifikasinya. Gambar Morfologi; sebutkan bagian-bagiannya. Buat Diagram bunganya; tentukan rumus bunganya. Buat deskripsinya dan kunci determinasinya.



Contoh soal kuis:
1. Sebutkan nama jenis untuk cempaka putih dan cempaka kuning!
2. Perianthium tersusun dalam 3 lingkaran masing-masing 3 helai, lingkaran luar bersifat sepaloid, salah satu contoh jenis adalah Cananga odorata, termasuk family apa?
3. Suku Moraceae mempunyai perbungaan berbentuk:
a. ………
b. Yang juga disebut dengan……………
4. Suku Moraceae termasuk anak kelas apa?
5. Suku ini termasuk dalam ordo apa?


LATIHAN III
Divisi Magnoliophyta
Kelas / Classis: Magnoliopsida
Anak kelas / sub Classis 3: Caryophyllidae,
Anak kelas / sub Classis 4: Dilleniidae

Tujuan praktikum : Mengenal, mengamati dan memahami ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida (Caryophyllidae dan Dilleniidae ), sifat-sifat Amaranthaceae, Dipterocarpaceae dan Malvaceae.

Bahan 1:
Anak kelas / sub classis: Caryophyllidae
Bangsa / Ordo : Caryophyllales
Suku / Familia: Amaranthaceae
Marga / Genus Amaranthus: Amaranthus gracilis (bayam putih)
Amaranthus hybridus (bayam )
Amaranthus spinosus (bayam duri)

Perhatikan: sepal 3-5, kering,lepas atau bersatu, apetal.

Bahan 2:
Anak kelas / sub classis: Dilleniidae
Bangsa / Ordo : Theales
Suku / Familia: Dipterocarpaceae
Marga / Genus Dipterocarpus: Dipterocarpus baudii (kruing)
Shorea: Shorea leprosula (meranti)
Perhatikan: buah kering dengan perikarp mengkayu, sepal persisten, 2,3 atau 5 tumbuh membentuk sayap pada buah.

Bahan 3:
Anak kelas / sub classis: Dilleniidae
Bangsa / Ordo : Malvales
Suku / Familia: Malvaceae
Marga / Genus Hibiscus: Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu)
Hibiscus schizopetalus (kembang lampu)
Hibiscus tiliaceus (waru)
Perhatikan: bagian-bagian bunga, ada epikaliks, sepal 5, petal 5, stamen banyak, paling luar sering staminodia.

Cara kerja:
Masing- masing bahan buat klasifikasinya. Gambar Morfologi; sebutkan bagian-bagiannya. Buat Diagram bunganya; tentukan rumus bunganya. Buat deskripsinya dan kunci determinasinya.



Contoh soal kuis:

1. a. Nama spesies dari bayam duri adalah?
b. Jenis ini termasuk anak kelas apa?
2. a. Jenis-jenis kayu Kalimantan yang sering digunakan sebagai bahan
bangunan termasuk suku apa?
b. Pada suku ini mempunyai sayap pada buahnya, yang berasal dari bagian
apa?
3. a. Bunga ini sering disebut kembang lampu yang termasuk suku malvaceae,
bunga ini disebut dengan nama spesies apa?
b. Bunga ini juga sering disebut dengan bunga mawar dari cina, nama spesies ini adalah apa?
4. Genus Amaranthus termasuk dalam anak kelas apa?
5. Marga Hibiscus termasuk anak kelas apa?



LATIHAN IV
Divisi Magnoliophyta
Kelas / Classis: Magnoliopsida
Anak kelas / sub Classis 5: Rosidae
Anak kelas / sub Classis 6: Asteridae

Tujuan praktikum : Mengenal, mengamati dan memahami ciri-ciri tumbuhan Magnoliopsida (Rosidae dan Asteridae ), sifat-sifat Mimosaceae, Euphorbiaceae, Rubiaceae dan Asteraceae.

Bahan 1:
Anak kelas / sub classis: Rosidae
Bangsa / Ordo : Fabales
Suku / Familia: Mimosaceae
Marga / Genus Acacia: Acacia auriculiformis
Mimosa : Mimosa pudica (sikejut)
Calliandra : Calliandra calothyrsus (kaliandra)
Parkia : Parkia speciosa (petai)

Perhatikan: pada Acacia, petiolus yang berubah menjadi filodium, filamen panjang sering berwarna, buah legum.

Bahan 2:
Anak kelas / sub classis: Rosidae
Bangsa / Ordo : Euphorbiales
Suku / Familia: Euphorbiaceae
Marga / Genus Euphorbia: Euphorbia hirta (patikan): rumput
Euphorbia pulcherrima (racunan/ kastuba)
Jatropha: Jatropha curcas (jarak pagar)
Ricinus: Ricinus communis (keliki, jarak minyak)

Perhatikan:sel-sel penghasil latek yang serupa susu atau berwarna, pada Euphorbia mempunya bunga siatium.

Bahan 3:
Anak kelas / sub classis: Asteridae
Bangsa / Ordo : Rubiales
Suku / Familia: Rubiaceae
Marga / Genus Mussaenda: Mussaenda frondosa (Nusa indah)
Mussaenda erythrophylla (Nusa indah merah)

Perhatikan: pada Mussaenda terdapat lobus yang besar dan berwarna adalah bagian dari kalik.

Bahan 4:
Anak kelas / sub classis: Asteridae
Bangsa / Ordo : Asterales
Suku / Familia: Asteraceae
Marga / Genus Aster: Aster divaricatus
Sonchus: Sonchus arvensis (tempuyung)
Tridax: Tridax procumbens (gletang)
Tagetes: Tagetes erecta (kembang tai kotok)

Perhatikan: involukrum (sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam satu lingkaran), bunga tepi atau bunga pita (yang steril), bunga tengah atau bunga tabung yang fertil, kalik yang bermodifikasi menjadi pappus.
Cara kerja:
Masing- masing bahan buat klasifikasinya. Gambar Morfologi; sebutkan bagian-bagiannya. Buat Diagram bunganya; tentukan rumus bunganya. Buat deskripsinya dan kunci determinasinya.


Contoh soal kuis:

1. Pada Marga ini petioles berubah menjadi filodium, marga yag dimaksud adalah……..
2. Marga ini termasuk suku……..
3. Jenis ini mempunyai sekarang digunakan untuk bahan bakar minyak, jenis yang dimaksud…….
4. Jenis pada nomor 3 mempunyai perbungaan yang disebut……
5. Pada suku Rubiacea, pada marganya ada yang mempunyai lobus yang berwarna yang merupakan bagian dari kalik, namar marganya adalah…….
6. Pada suku asteraceae mempunyai 2 macam bunga yaitu:
a. …….
b. …………
7. Pada suku ini (nomor 6) kalik bermodifikasi menjadi…….
8. Pada suku ini dikelilingi oleh daun pelindung yang disebut………
9. Sebutkan salah satu contoh jenis yang termasuk dalam su

F. IDENTIFIKASI 1. Ordo Cycadales, Divisi Cycadophyta

F. IDENTIFIKASI
1. Ordo Cycadales, Divisi Cycadophyta
Ordo ini dicirikan dengan bentuk dan susunan daun yang mirip dengan pohon palem. Batang tidak bercabang, akar serabut, dan ujung daun mudanya menggulung seperti daun tumbuhan paku muda, termasuk dalam tumbuhan berumah dua. Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada pohon yang berbeda. Pohon jantan mempunyai tongkol dengan kotak-kotak berisi serbuk sari. Pohon betina membentuk daun buah yang pipih yang pada lekukan tepi daun buah terdapat bakal biji.
Ordo ini beranggotakan sembilan genus yang masih hidup sampai sekarang dan meliputi sekitar 100 spesies. Meskipun tumbuhan ini tidak ditemukan dalam fosil diduga sudah muncul pada zaman trias sampai kapur awal. Tanda-tanda khas golongan ini adalah batang tidak bercabang, daun majemuk tersusun sebagai tajuk di pucak pohon. Cycadales baik ditemukan baik di wilayah tropic maupun subtropik, misalnya Zamia dan Cycas rumphii (pakis haji).

Adapun ciri – ciri umum dari ordo Cycadales adalah :
1. Berupa pohon, seperti kelapa sawit dengan pertulangan daun sejajar. Batang tidak bercabang, daunnya majemuk, tersusun sebagai tajuk di puncak pohon.
2. Berumah dua, artinya ada tanaman jantan yang menghasilkan strobilus jantan dan tanaman betina yang menghasilkan strobilus betina pada tanaman yang berbeda.
Anggota ini menghasilkan strobilus yang besar. Meskipun demikian, rata – rata reproduksinya rendah. Dari 15 – 20 strobilus yang dihasilkan tumbuhan Cycas jantan, hanya satu atau dua saja yang siap melepaskan serbuk sarinya. Strobilus jantan ini menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik untuk datang. Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan berkembang biak. Pada saat yang sama, strobilus betina menghasilkan bau yang dapat mengusir serangga yang datang kepadanya. Setelah beberapa waktu, strobilus betina menghasilkan aroma yang justru menarik serangga yang berasal dari strobilus jantan. Sambil membawa mikrospora dari strobilus jantan, serangga tersebut menuju strobilus betina dan terjadilah polinasi.
3. Daun berbagi menyirip, tersusun roset batang, daun muda menggulung.
4. Mirip palma berkayu berbentuk pohon atau semak.
5. Strobilus terminalis, uniseksualis, dioecious.
6. Strobilus jantan mengandung banyak sekali mikrosporofil yang tersusun spiral dengan mikrosporangia pada permukaan bawah.
7. Gamet jantan (spermatozoid) motil, di lingkungan air, penting untuk penyerbukan.
8. Jumlah ovuli dua atau lebih pada tiap megasporofil.
9. Megasporofil mirip bulu ayam, tersusun longgar di ujung batang atau tersusun rapat dan kompak.

strobilus betina

GYMNOSPERMAE

GYMNOSPERMAE
A. PENGERTIAN
Tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu tumbuhan tak berpembuluh (non vaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler). Tumbuhan tak berpembuluh yaitu lumut, sedangkan tumbuhan berpembuluh terdiri atas tumbuhan tak berbiji, yaitu paku dan tumbuhan berbiji. Sedangkan tumbuhan berbiji sendiri dibagi dalam tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).



Tumbuhan berbiji ( Spermatophyta ) adalah tumbuhan yang mempunyai bagian yang di sebut biji. Pada dasarnya tumbuhan biji itu dicirikan dengan adanya bunga sehingga sering disebut dengan tumbuhan berbunga (Anthopyta). Biji dihasilkan oleh bunga setelah terjadi peristiwa penyerbukan dan pembuahan. Dengan kata lain, biji dapat dihasilkan merupakan alat pembiakan secara seksual (generatif). Selain itu, ada juga pembiakan secara aseksual (vegetatif).
Tumbuhan berbiji di kelompokkan menjadi dua anak divisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji terbuka, biji tertutup dengan daging buah atau daun buah (karpelum). Misalnya, pada cemara, pinus, dan damar. Sementara itu, pada tumbuhan berbiji tertutup, biji di tutupi oleh daging buah atau daun buah. Misalnya, pada mangga, durian, dan jeruk. Dalam tumbuhan berbiji banyak sekali ordo ataupuun famili dari tiap divisi. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan yang dapat dikatakan tumbuhan yang memiliki bagian yang sangatlah banyak.
Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka.tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium). Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta), biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.
Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara : Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang. Angiospermae yang ditemui sekarang dianggap sebagai penerus dari salah satu kelompok Gymnospermae purba yang telah punah (paku biji).
Gymnospermae berasal dari Progymnospermae melalui proses evolusi biji. Hal tersebut dapat dilihat dari bukti-bukti morfologi yang ada. Selanjutnya Progymnospermae dianggap sebagai nenek moyang dari tumbuhan biji. Progymnospermae mempunyai karakteristik yang merupakan bentuk antara Trimerophyta dan tumbuhan berbiji. Meskipun kelompok ini menghasilkan spora, tetapi juga menghasilkan pertumbuhan xylem dan floem sekunder seperti pada Gymnospermae. Progymnospermae juga sudah mempunyai kambium berpembuluh yang bifasial yang mampu menghasilkan xilem dan floem sekunder. Kambium berpembuluh merupakan ciri khas dari tumbuhan berbiji. Salah satu contoh Progymnospermae adalah tipe Aneurophyton yang hidup pada jaman Devon, sudah menunjukkan system percabangan tiga dimensi dengan stelenya yang bertipe protostele. Contoh lainnya adalah tipe Archaeopteris yang juga hidup di jaman Devon. Kelompok ini dianggap lebih maju karena sudah menunjukkan adanya system percabangan lateral yang memipih pada satu bidang dan sudah mempunyai struktur yang dianggap sebagai daun. Batangnya mempunyai stele yang bertipe eustele yang menunjukkan adanya kekerabatan dengan tumbuhan berbiji yang sekarang.
B. KLASIFIKASI
Gymnospermae terdiri dari beberapa divisi baik yang sudah punah maupun yang masih ada sampai sekarang, yaitu mencakup 3 divisi yang telah punah dan 4 divisi yang masih bertahan.
Tumbuhan Gymnospermae yang sudah punah
Tiga divisi yang sudah punah adalah:
Bennetophyta
Cordaitophyta
Pteridospermophyta, sudah punah namun dianggap sebagai moyang Angiospermae.
Divisi Cycadophyta, yang mempunyai daun menyerupai palem, agak menyerupai tumbuhan Cycas yang sekarang. Kelompok ini (Bennetitales) juga mengikuti garis evolusi yang sama seperti tumbuhan berbiji yang ada sampai sekarang. Namun terdapat perbedaan, yaitu sifat biseksualisme pada strobilusnya dan aspek lainnya. Kelompok yang menyerupai Cycas ini hidup pada jaman Jura dan Creta.
Tumbuhan Gymnospermae yang masih ada sampai sekarang
Empat divisi Gymnospermae yang masih bertahan adalah:
1) Ginkgophyta
Hanya satu jenis yang masih bertahan: Ginkgo biloba
2) Cycadophyta
Cycadophyta di bagi menjadi dua famili, yaitu Cycadaceae dan Zamiaceae.
3) Coniferophyta atau dapat disubut Pinophyta
Merupakan tumbuhan runjung.
4) Gnetophyta
Dengan anggota hanya 3 genus: Gnetum(melinjo dan kerabatnya), Welwitschia, dan Ephendra.

C. HABITAT
Gymnospermae hidup di mana-mana, hampir di seluruh permukaan bumi ini. Mulai dari daerah tropis hingga daerah kutub dan dari daerah yang cukup air hingga daerah kering.
Ginkgophyta
Banyak ditemukan di negara Cina, khususnya di daerah kecil di Zhejiang Cina dan di Mu Tian Shan. provinsi di Timur
Cycadophyta
Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis.
Coniferophyta atau dapat disubut Pinophyta
Tumbuhan yang termasuk Coniferophyta hidup tersebar di berbagai daerah, bahkan hampir di seluruh daerah di dunia. Pohon pinus dan cemara banyak tumbuh di Eropa bagian pegunungan.
Gnetophyta
Banyak tumbuh di daerah tropis dan subtropis.
D. CIRI-CIRI
Gymnospermae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah.
2. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba. Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar. Akar dan batang tersebut selalu mengadakan pertumbuhan menebal sekunder. Berkas pembuluh pengangkutan kolateral terbuka. Xilem pada gymnospermae hanya terdiri atas trakeid saja sedangkan floemnya tanpa sel-sel pengiring.
3. Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.
4. Bentuk perakaran tunggang.
5. Daun sempit, tebal dan kaku.
6. Tulang daun tidak beraneka ragam.
7. Tidak memiliki bunga sejati.
8. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.
9. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung. Setiap biji mengandung bakal tumbuhan , yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.
10. Sperma atau sel kelamin jantan menuju kesel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.
11. Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan – bahan lain.
12. Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan.
13. Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya. Hal ini sangat berbeda dengan karakteristik daun yang terdapat pada angiospermae yang sistem pertulangannya beraneka ragam.
E. REPRODUKSI
Organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan satu sel hidup sebagai sel telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium.
Pada Gymnospermae sering terjadi poliembrioni, walaupun hanya ada satu embrio yang terus berkembang karena adanya pembelahan beberapa arkegonia. Air sudah tidak digunakan sebagai media fertilisasi karena adanya pembentukan buluh serbuk pada serbuk sari yang berkecambah.
Pada Coniferophyta dan Gnetophyta spermanya tidak mempunyai flagel, sehingga buluh serbuk menghantarkannya langsung ke mulut arkegonia. Serta pada Cycas dan Gingko fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas.
Gametofi jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya.
Proses Penyerbukan dan Pembuahan
Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.

Strobilus jantan Þ serbuk sari Þ jatuh pada tetes penyerbukan (ujung putik) Þ buluh serbuk Þ membelah Þ inti tabung dan inti spermatogen Þ inti spermatogen Þ membelah Þ dua inti sperma Þ membuahi sel telur di dalam ruang arkegonium Þ zigot Þ lembaga di dalam biji Þ tumbuhan baru.

TUMBUHAN BIJI

TUMBUHAN BIJI

Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae)
Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah. Berdasarkan fosil yang ditemukan, tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil.
Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah:
1. Pada umumnya perdu atau pohon, tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar
2. Bentuk perakaran tunggang
3. Daun sempit, tebal dan kaku
4. Tulang daun tidak beraneka ragam
5. Tidak memiliki bunga sejati
6. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung.
7. Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.